Grammarly vs ThesisAI
Sementara Grammarly menyediakan pemeriksaan tata bahasa yang komprehensif, koreksi ejaan, dan saran gaya penulisan, ThesisAI merevolusi penulisan akademik dengan pendekatan SATU prompt yang menyusun dokumen ilmiah lengkap hingga 80 halaman dengan kutipan inline secara real-time.
| Fitur | Grammarly | ThesisAI |
|---|---|---|
| Pemeriksaan tata bahasa & tanda baca | ✔ | ✗ |
| Pemeriksaan ejaan | ✔ | ✗ |
| Deteksi plagiarisme | ✔ | ✗ |
| Peningkatan kosakata | ✔ | ✗ |
| Saran gaya penulisan | ✔ | ✗ |
| Multibahasa | ✔ | ✔ |
| Menulis dengan SATU prompt | ✗ | ✔ |
| Tulis hingga 80 halaman | ✗ | ✔ |
| Unggah hingga 200 makalah | ✗ | ✔ |
| Ekspor ke Overleaf | ✗ | ✔ |
| Impor Zotero/Mendeley | ✗ | ✔ |
| Selesai dalam 15 menit | ✗ | ✔ |
Sementara Grammarly menyediakan pemeriksaan tata bahasa yang sangat baik, koreksi ejaan, deteksi plagiarisme, dan saran gaya penulisan untuk meningkatkan kualitas tulisan Anda, ThesisAI adalah satu-satunya AI yang dapat menyusun dokumen akademik lengkap dari awal hanya dengan SATU prompt secara real-time. Buat hingga 80 halaman dengan kutipan inline, integrasikan dengan LaTeX, Overleaf, Zotero, dan Mendeley, dan ekspor ke berbagai format termasuk PDF, Word, dan BibTeX. Dengan pencarian makalah otomatis melalui Semantic Scholar dan dukungan untuk lebih dari 20 bahasa, ThesisAI adalah AI paling canggih untuk pembuatan dokumen akademik.